Powered By Blogger

Sabtu, 05 Mei 2012

PSIKOSA POST PARTUM


PSIKOSA POSTPARTUM

DEFINISI
Psikosa adalah gangguan kejiwaan yang meliputi keseluruhan pribadi seseorang, sehingga orang yang mengalami tidak bisa lagi menyesuaikan diri dalam norma-norma yang wajar dan berlaku umum.

Psikoneurossa adalah gangguan yang terjadi hanya pada sebagian kepribadian, sehingga orang-orang yang mengalaminya masih bisa melakukan pekerjaan -pekerjaan biasa atau masih dapat belajar dan jarang memerlukan perawatan khusus di rumah sakit.

Psikopat merupakan hambatan kejiwaan yang menyebabkan kesulitan penyesuaian diri atau timbul akibat ketidakmampuan untuk mengikuti norma norma yang ada dilingkungan. Penderita memperlihatkan adanya sikap egosentris yang besar, seolah-olah patokan untuk semua perbuatan adalah dirinya sendiri. Ciri lainnya adalah keinginan un tuk menguntungkan diri sendiri tanpa memperdulikan pihak lain.

Dalam bentuk yang ringan, gannguan kejiwaan seperti diatas disebut dengan character disorser yang dapat kita lihat, misalnya pada seseorang yang eksentrik yang berdandan sesuai dengan seleranya sendiri tanpa memperdulikan apakah dandanannya tersebut akan jadi bahan tertawaan atau tidak.

Psikosa pospartum Merupakan gangguan jiwa yang berat yang ditandai dengan waham, halusinasi dan kehilangan rasa kenyataan ( sense of reality ) yang terjadi kira-kira 3-4 minggu pasca persalinan. Merupakan gangguan jiwa yang serius, yang timbul akibat penyebab organic maupun emosional ( fungsional ) dan menunjukkan gangguan kemampuan berfikir, bereaksi secara emosional, mengingat, berkomunikasi, menafsirkan kenyataan dan tindakan sesuai kenyataan itu, sehingga kemampuan untuk memenuhi tuntutan hidup sehari-hari sangat terganggu.

Psikosa terbagi dalam dua golongan besar, yaitu :
Ø Psikosa fungsional
Merupakan gangguan psikologis yang faktor penyebabnya terletak pada aspek kejiwaan, disebabkan karena sesuatu yang berhubungan dengan bakat keturunan, bisa juga disebabkan oleh perkembangan atau pengalaman yang terjadi dalam kehidupan seseorang.

Ø Psikosa organik
Disebabkan oleh kelainan atau gangguan pada aspek tubuh, kalau jelas sebab-sebab dari suatu psikosa fungsional adalah hal-hal yang berkembang dalam jiwa seseorang.


ETIOLOGI

v Faktor sosial kultural ( dukungan suami dan keluarga, kepercayaan atau etnik )
v Faktor obstetrik dan ginekologik ( kondisi fisik ibu dan kondisi fisik bayi )
v Faktor psikososial ( adanya stresor psikososial, faktor kepribadian, riwayat mengalami depresi, penyakit mental, problem emosional dll )
v Faktor keturunan
v Karakter personal seperti harga diri yang rendah.
v Perubahan hormonal yang cepat.
v Masalah medis dalam kehamilan ( pre-eklampsia, DM ).
v Marital disfungsion atau ketidak mampuan membina hubungan dengan orang lain yang mengakibatkan kurangnya dukungan.
v Unwanted pregnancy atau kehamilan tidak di inginkan
v Merasa terisolasi.
v Kelemahan, gangguan tidur ( imsomnia ), ketakutan terhadap suatu masalah, ketakutan akan melahirkan anak cacat atau tidak sempurna.


PATOFISIOLOGI

Kesehatan jiwa wanita sangat mempengaruhi kesehatan wanita. Pada usia produktif gangguan kesehatan wanita sering berhubungan dengan perannya sebagai istri, ibu dan pekerja, kondisi kesehatan fisik terutama kondisi bagian tubuh yang menjadi simbol kewanitaan, penganiayaan fisik dan mental. Proses berduka, kemurungan dan psikosa pasca melahirkan, serta bunuh diri yang merupaka reaksi negatif dari ganggguan terhadap kesehatan jiwa.

Penelitian psikodinamik menunjukkan, pada gangguan psikiatrik pasca persalinan terdapat konflik antar ibu dengan perannya sebagai ibu yang harus mengasuh anaknya, dengan kelahiran anaknya dan hubungan dengan suaminya. Konflik ini mempunyai peranan dalam menentukan identitas dirinya sebagai ibu yang tidak dapat berkomunikasi dengan bayinya, menghambat ibu menemukan jati dirinya, dan merupakan hambatan dini hubungan timbal balik antara ibu dan anak.

Gangguan psikoatrik yang terjadi pada masa pascapersalinan bukan suatu sindrom psikiatrik yang baru, tapi merupakan gangguan yang biasa didapat, antara lain postpartum blues, depresi postpartum dan psikosis postpartum. Gangguan ini dapat terjadi mulai sejak hari pertama sampai 4-6 minggu pasca melahirkan. Bahkan marce sosiety mengemukakan psikosa ini dapat terjadi sampai 1 tahun setelah melahirkan.

Gejala yang dapat timbul pada masa ini sangat berat, berbahaya dan merupakan kondisi darurat sebab penderita dapat membahayakan diri sendiri dan mengganggu lingkungannya,seperti tindakan bunuh diri dan membunuh bayinya. Gangguan nonpsikotik pada periode pascapersalinan cukup tinggi, penelitian menunjukkan 20-40% wanita hamil mengalami gangguan emosional atau disfungsi kognitif, ataupun keduanya. Angka kejadian psikosis pascapersalinan adalah 1-2 per 1000 kelahiran dari seluruh wanita pascapersalinan.Umumnya gangguan psikiatrik pasca melahirkan timbul setelah hari ke 3 pasca persalinan.


TANDA DAN GEJALA

Gejala awal :
Ø Perasaan sedih, kecewa dan putus asa
Ø Sulit tidur atau imsomnia
Ø Sering menangis
Ø Gelisah, cemas dan iritable yang berlebihan
Ø Merasa Letih dan lelah
Ø Semangat menurun ataupun kehilangan sensasi menyenangkan
Ø Mudah tersinggung / labil
Ø Sakit kepala
Ø Peningkatan ataupun penurunan berat badan secara tiba-tiba
Ø Memperlihatkan penurunan minat pada bayinya
Ø Menolak makan dan minum

Gejala lanjutan :
Ø Curiga berlebihan
Ø Kebingungan
Ø Sulit konsentrasi
Ø Bicara meracau atau inkoheren
Ø Irasional
Ø Pikiran obsesif ( pkiran yang menyimpang dan berulang-ulang )
Ø Agresif
Ø Impulsif ( bertindak diluar kesadaran )

Walaupun banyak wanita pasca melahirkan mengalami depresi postpartum tapi tidak semuanya berlanjut menjadi psikosa postpartum. Tapi setiap psikosa postpartum pasti di awali oleh depresi pospartum dan bisa sampai melukai diri sendiri bahkan membunuh anak-anaknya.



PENANGANAN

Respon yang terbaik dalam menangani kasus psikosis pospartum ini adalah kombinasi antara psikoterapi, lingkungan sekitar ibu dan medikasi seperti antidepresan, jika tidak memungkinkan untuk ibu dirawat dirumah sebaiknya ibu dirawat dirumah sakit. Libatkan anggota keluarga dalam penanganan terutama suami sehingga dapat dibangun pemahaman dari orang-orang terdekat ibu terhadap apa yang dirasakan dan dibutuhkan ibu.

PENCEGAHAN

Beberapa intervensi berikut ini dapat membantu wanita terbebas dari ancaman depresi dan psikosa postpartum, yaitu :

o Pelajari diri sendiri
Pelajari dan mencari informasi mengenai depresi dan psikosa pospartum, sehingga ibu dan keluarga sadar terhadap kondisi ini. Apabila terjadi, maka akan segera mendapatkan penanganan yang tepat.

o Tidur dan makan yang cukup
Diet nutrisi penting untuk kesehatan, lakukan usaha yang terbaik dengan makan dan tidur yang cukup. Keduanya penting dalam periode pospartum.

o Olahraga
Merupakan kunci untuk mengurangi depresi postpartum, lakukan peregangan selama 15 menit dengan berjalan kaki setiap hari, sehingga membuat ibu menjadi lebih rileks dan lebih menguasai emosional yang berlebihan.

o Beritahukan perasaan ibusi po
Jangan takut untuk mengutarakan perasaan ibu dan mengekspresikan yang ibu inginkan dan butuhkan demi kenyamanan ibu. Jika mempunyai masalah, segera beritahukan kepada orang yang dipercaya ataupun orang yang terdekat 

.

o Dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat
Dukungan dari orang terdekat dari mulai kehamilan, persalinan dan pospartum sangat penting, yakinkan diri ibu bahwa keluarga selalu berada disamping ibu setiap ada kesulitan.

o Persiapan diri dengan baik
Persiapan sebelum persalinan sangat diperlukan, ikutlah kelas hamil, baca buku-buku yang dibutuhkan.

o Lakukan pekerjaan rumah tangga
Pekerjaan rumah tangga sedikit banyak dapat membantu ibu melupakan golakan perasaan yang terjadi selama periode pospartum. Kondisi anda yang belum stabil, bisa ibu curahka dengan memasak atau membersihkan rumah.

o Dukungan emosional
Minta dukungan emosional dari keluarga dan lingkungan sehingga ibu dapat mengatasi rasa frustasi atau stress. Ceritakan pada mereka mengenai perubahan yang ibu rasakan, sehingga ibu merasa lebih baik dari setelahnya.

*kesimpulan :
ibu-ibu post partum yang mengalami depresi post partum dan post partum blues belum tentu akan mengalami psikosa post partum, tetapi ibu-ibu post partum yang mengalami psikosa post partum sebelumnya telah mengalami depraesi poet parum dan posr parum blues

Tidak ada komentar:

Posting Komentar